Adat kadang menjadi acuan yang lebih tinggi adari acuan
agama. Selain itu kadang melogikan sesuatu dengan akal sendiri bisa
mengalahakan dalil dari Al Quran ataupun Hadits. Contohnya pada perkara bahwa
seseorang yang melakukan Layanan Aqiqah untuk anaknya maka tak boleh memakan
dagingnya karena sama saja dengan memakan anak sendiri. Ini adalah logika yang
keliru, bila kita balik logikannya, maka anak kita adalah kambing dan serupa
dengan kambing Jasa Aqiqah Tangerang.
Masalah memakan daging aqiqah dari anak sendiri pada acara Jasa Aqiqah di Tangerang diperbolehkan. Daging aqiqah serupa dengan daging qurban,
keduannya boleh dimakan oleh orang yang berniat atas ibadah tersebut. Para ulama
mengatakan bahwa daging itu di potong (daging dan tulangnya), dimakan dan
diberikan (kepada yag berhak).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar